There is no better option then culinary trip when you planned a 2D1N out-of-town work visit. Moreover, we are talking about Province of East Java!
Jadi, hari ini aku (baca: alone) sampai di Bandara Abdul Rachman Saleh Malang pukul 10.05 pagi. Nanti malam, kantor akan mengadakan gathering dengan distributor wilayah setempat. Related with my jobs, then I join.
Tidak perlu waktu lama untuk memutuskan mulai dari mana wisata kuliner Kota Apel dimulai.
1. Soto Ayam Lombok
Eits, salah.
Tadinya aku juga berpikir bahwa depot ini menyajikan soto dengan berbagai tingkat level kepedasan, seperti yang marak di kota-kota besar. Ternyata, Lombok adalah nama jalan tempat soto ayam ini berdiri.
Berdiri dari 1955, depot berpenampilan tradisional dengan meja kursi ala rumah makan biasa. Di tengah depot, kamu bisa melihat gerobakan soto yang sama seperti rumah makan soto madura atau soto Jawa lainnya.
Soto ayam ini memiliki cita rasa yang berbeda dari depot-depot soto kebanyakan (apalagi di Jakarta, menurutku). Kalau kalian pernah mencoba Bubur Hj. Senin di Binus, kira-kira rasa kuah sotonya mirip.😋
Isinya kurang lebih sama saja dengan soto pada umumnya: kol, tauge, telur rebus, seledri, dan tentu saja suwiran daging ayam yang...banyak! Untuk 1 porsi dengan nasi putih harganya 27,5k. Biasanya nasi putihnya langsung dicampur di dalam mangkok soto (not this time for me!)